A.
Sejarah dan Pengertian System thinking

Sebelum membahas teori
soft system thingking atau soft system metheology kita harus tau pengertian
dari system thingking terlebih dahulu. System thingking terdiri dari dua kata
yaitu “system” yang berarti sistem dan “think” yang berarti berpikir , jadi
pergabungan dua kata tersebut bermakna pemikiran sistem. System thingking
adalah suatu proses memahami dimana inndividu tidak hanya memandang atau melihat
dari satu sisi atau dua sisi tertentu akan tetapi melihatnya dari segala sisi
dan aspek yang ada , bisa juga berarti pendekatan untuk memahami berbagai macam
sistem dengan menekankan hubungan antara aspek aspek yang ada. Sistem thinking
sendiri disiplin ilmu untuk melihat suatu struktur yang mendasari atau
didasarkan dengan situasi yang komplek , dan untuk membedakan perubahan tingkat
tinggi terhadap tingkat yang rendah , Tentu saja dengan menggunakan sistem
thinking akan mempermudah hidup dikarenakan kita dapat melihat pola atau apek
yang lebih dalam yang mendasari beberapa peritiwa dan detailnya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            System
thinking dapat digunakan sebagai suatu alternatif pendekatan untuk memahami suatu
permasalahan , dengan melihat suatu masalah sebagai bagian dari sistem yang
bersifat keseluruhan bukan sebagai bagian bagian yang terpisah yang tidak
terkait dengan aspek aspek yang ada disekelilingnya , disini ditekankan bahwa
masalah merupakan unsur bagian dari aspek sistem dimana masalah dapat dikaitkan
dengan proses pemecahan masalah tersebu. Pendekatan melalu sistem thingking
adalah metode yang melihat sistem secara holistik dan kita dapat menganalisanya
melalui hubungan sebab akibat dari setiap aspek yang saling terkait. Dengan
memahami sistem secara keseluruhan juga secara mendetail seluruh aspek atau
unsur yang ada didalam suatu sistem kita dapat menghindari munculnya output
yang tidak kita ingingkan. Dengan menggunakan sistem thinking kita jugga dapat
menyelesaikan masalah yang sangat sulit dengan sangat efektif apalagi jika
didalamnya melibatkan masalah yang sangat komplek , dikatakan juga bahwa satu
satunya cara untuk dapat memahami dengan baik suatu masalah bisa terjadi ialah
dengan memahami hubungan hubungan dalam sistem secara keseluruhan.

            System
thinking memiliki dasar dari berbagai sumber seperti konsep Hollis milik Jan
Smuts tahun 1920 an , teori ssistem yanng dikemukakan oleh ludwig von
Bertalanffy pada tahun 1940 an , dan cybernetics yang dikemukakan oleh ross
ashby tahun 1950 an. Bidang bidang tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Jay
forrester pada tahun 1956. Pada tahun 1994 George Richarson didalam ” System
Thinkers , System Thinking ” menunjukan bahwa ide dari berpikir secara
sistematis pada suatu masalah memiliki sejarah panjang di berbagai bidang.
Banyak juga peneliti yang mengatakan atau menunjukan bahwa sistem thinking
penting guna untuk meningkatkan kualitas dalam berpikir kritis dan skill dalam
mengambil sebuah keputusan.

            Karakteristik
dari system thinker :

                        – Berpikiran secara jamamk atau
keseluruhan tidak menjadi bagian bagian

                        –
Melihat suatu pada gambaran yang lebih besar

                        –
Melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda

 

B.
Soft system theory (SSM) atau Teori soft sistem

            Soft system
metheology atau teori soft sistem ialah sebuah pendekatan secara keseluruhan
dalam melihat aspek aspek riil atau nyata dan konseptual di masyarakat. Soft
system metheology melihat yang terjadi sebagai Humas activity system , Karena
setiap serangkaian manusia dapat disebut sebagai sebuah sistem. Dalam system
soft masalah tidak dapat diformulasikan atau dinyatakan dengan tepat , dan
seringkali masalah tersebut hanya merupakan isu isu yang beredar dan
membutuhkan perhatian. Soft system metheology dapat digunakan ketika pendekatan
mekanikal tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan atau utuh realitas dunia
nyata. Soft system metheology ialah metode yang unik karena dapat digunakan
untuk menganalisa berbagai situasi yanng nyata atau riil , komplek serta
konseptual paradigmatik di lingkungan sosial , ekonomi , politik atau pada
tataran kebijakan sekalipun.

            Soft
system metheology menurut Checkland dan poulter , ialah proses mencari tau yang
berorientasi atau didasari aksi atas situasi yang permmasalahan dari kehidupan
nyata sehari hari , para pengguna soft system metheology mmelakukan
pembelajaran yang dimulai dari menemukan dan mengenali situasi sampai
merumuskan dan mengambil keputusan atau tindakan guna memperbaiki situasi
permassalahan tersebut. Proses pembelajaran terjadi melalui proses yang sudah
terorganisir atau teratur dimana situasi nyata dieksplorasi dengan menggunakan
alat yang intelektual yang memungkinkan 
terjadinya eksekusi terarah.

            Soft
system metheology atau teori soft sistem dikembangkan oleh Peter Checkland era
tahun 60 an di Universitas Lancaster di Inggris. Pada awalnya soft system
metheology digunakan sebagai alat pemodelan untuk dapat memahami secara mudah
permasalahan yang akan di gambarkan dalam bentuk nyata , akan tetapi beberapa
tahun kemudian soft system metheology cenderung digunakan sebagai alat
pengembangan untuk pembelaaran dan pemaknaan , yaitu pendekatan secara
mmekanikal seacara atas dan bawah tidak bekerja secara cepat dan tepat dalam
sistem manajemen untuk mengubah lingkungan sekitarnya.

            Dasar
Soft system metheology berasal dari pemikiran bahwa partisipasi dari seorang
individu dalam suatu proses menememukan suatu permasalahan dan mencari cara
untuk memperbaiki permasalahan tersbut , indiidu tersebut akan mengerti akan
permasalahan tersebut dan akan memiliki komitmen untuk memperbaiki atau
menyelesaikan masalah tersebut. Soft system metheology adalah sebuah metoologi
yang cocok bagi suatu organisasi dalam menjelaskan tujuan mereka sehingga
mereka dapat merancang sistem aktiitas guna mencapai tujuan yang mereka
inginkan. Metode ini diawali dengan seuah pemikiran tentang system thinking
yang merupak suatu cara berfikir secara konseptual , sistem ini memungkinkan
untuk melihat suatu permasalahan secara keseluruhan yang berarti sistem
thinking merupakan cara berfikir dinamis degan melihat keseluruhan proses bukan
hanya bagian bagian dari suatu proses. Dalam melihat suatu permasalahn biasanya
digambarkan atau di ilustrasikan dalam bentuk model model yang sangta mudah
dipahami dimana didalam model tesebut memperlihatkan hubungan bagian atau aspek
yang ada di dalam sebuah sistem saling berkaitan satu samma lain. Dengan
menggunakan sistem ini diharapkan mampu menjelaskan asumsi yang tidak tampak
dan konsekuensi yang tidak diharapkan.

            Soft
system metheolgy sendiri merupakan jawaban atas ketidakmampuan hard system
thinking dalam kondisi didunia nyata. Hard system thinking hanya digunakan
dengan beberapa alasan saja seperti dunia ini yang memiliki atau terdiri dari
banyak sistem , serangkain sistem sistem tersebut dapat dijelaskan menggunakan
metode metode formal , pemahaman tentang sistem dapat dilakukan dengan melakukan
analisa yang rasional , sistem sistem yang ada atau ingin diketahui dapat
dengan mudah dimodelkan muli dari sistem itu sendiri sampai lingkungan yang
dibutuhkan sistem itu sendiri. Karena itulah soft system metheolgy digunakan
agar dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh hard system thinking ,
karena soft system thinking tidak hanya melihat faktor teknis dan soft system
metheology sendiri lebih dekat dengan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh
manusia.

 

C.
Cara menggunakan Soft system metheology dan tujuannya

     1. Cara atau asumsi
yang dipakai untuk menggunakan :

                        a.
Masalah yang dihadapi mengalami kurang informasi atau kurang jelas

                        b.
Masalah yang berbeda beda menurut pandangan individu di dalam suatu

                            organisasi

                        c.
Faktor manusia yang memegang peranan penting dalam membuat keputusan

                        d.
Menggunakan berbagai pendekatan yang kreatif dan intuisi untuk

                            memecahkan masalah yang ada

                       

 

e.
Hasil dari pemecahan masalah tersebut menjadi sebuah pembelajaran dan

                            pemahaman yang lebih baik bukan hanya
menjadi solusi untuk masalah

                            yang ada , jadi jika ada masalah yang baru
yang hampir mirip maka solusi

                            akan mudah dicari

     2.
Tahapan menyelesaikan masalah soft ialah :

                        a.
Menentukan dan memahami situasi masalah yang ada

                        b.
Menyatakan situasi masalah yang akan di selesaikan

                        c.
Memilih sudut pandang yang beragam guna untuk melihat situasi dan

                            menghasilkan akar dari masalah tersebut

                        d.
Mengembangkan model model konseptual yang cukup dan dapat dilihat

                            dengan baik guna untuk menggambarkan setiap
akar masalah

                       

e.
Membandingkan model model konseptual tadi dengan hal hal yang berada

                            didunia nyata

                        f.
Menyatakan perubahan yang terjadi diharapkan dan mungkin bisa dilakukan

                        g.
Melakukan suatu tindakan guna untuk meningkatkan siatuasi yang ada di

                            dunia nyata

      3. Level
dari Soft system metheology :

                        a.
Tahpan pertama , kedua , kelima , dan keenam ialah reality atau kenyataan

                        b.
Tahap Ketiga dan keempat ialah actuality dimana tidak boleh ada studi

                            literatur maupun metode karena merupakan
tahap mengkonstruksikan atau

                            membangun semua data dari dunia nyata
kedalam otak.

      4.
Contoh dari pengolahan level soft system metheology :

                        a.
Pengolahan data menggunakan otak kita ( berada di tahap 3 dan 4 )

                        b.
Otak kita atau pikiran yang mengkonstuksikan seluruh data dari dunia

                            nyata yang diperoleh dari tahapan 1 dan 2
menjadi suatu alat yang

                            intelektual yang disebut model konseptual

                        c.
Minum Kopi : Reality ( Kenyataan )

                        d.
Membayangkan minum kopi : actuality

                        e.
Soft system metheology bukanlah suatu tujuan tapi merupakan alat untuk

                            mencapai tujuan tersebut

                        f.
Tujuan dari penelitian : kesimpulan tahap 5 dan 6

 

 

D.
Studi kasus menggunakan Soft System Metheology

Penangulangan narkoba di tanah air :

Penggambaran masalah
perlu didapat dari informasi lain seperti sumber sumber berita

 seperti media
masa dikarenakan informasi yang didapat dari media masa sangat efektif untuk
menanggulangi peredaran narkoba di tanah air. Terbentuknya Badan Narkotika
Nasional adalah bentuk komitmen bangsa dalam menghadapi peredaran , produksi ,
dan penggunaan narkoba di tanah air dengan melakukan program yang telah
terencana. Fakta menarik bahwa sekitar 22% pengguna narkoba ialah pelajar ,
sedangkan urutan pertama pengguna narkoba dikuasi oleh pekerja dan sebagian
besar lainnya adalah pengguna lanjutan menurut sumber (sindonews.com pada tahun
2013). Banyaknya pengedar narkoba yang sudah memasuki wilayah sekolah sampai
perkantoran hingga dunia keartisan sehingga menyebabkan angka dari pengguna
narkoba semakin meningkat dengan pesat. Pergaulan remaja yang semakin bebas
menyebabkannya peredaran narkoba juga semakin pesat , dan tempat hiburan
seperti disskotik dan sebagainya yang merpukan menjadi wilayah yang paling
sering dijadikan tempat transaksi.

            Narkoba
sebenarnya dapat merusak jaringan otak , serta menyebabkan depresi berat pagi
pengguna yang sudah sering memakainya. Tempat produksi narkoba yang sangat
sulik dilacak oleh pihak berwajib yang menyebabkan angka narkoba tidak dapat
menurun dengan baik dan lancar. Bahkan banyak pra narapidana yang bisa menjual
narkoba di balik jeruji besi.

 

Dengan informasi diatas kita mengetahui bahwa :

            1.
Sebanyak 70% pengguna ialah pekerja , 22% ialah pelajar dan sebagian hanyalah

                perokok

            2. Pergaulan
remaja yang dan pengaruh tempat tempat hiburan yang menjadikan

                Peredaran semakin membeludak

            3.
Narkoba telah menyebar di semua kalangan masyarakat

            4.
Efek yang ditimbulkan sangant merugikan bagi diri sendiri dan orang lain

            5.
Narkoba yang merukan masalah global

            6.
Sistem keamanan yang tidak ketat

            7.
Kurangnya informasi mengenai tempat produksi dan peredarannya

 

Perubahan yang diinginkan :

            1.
Berkurangnya peredaran dan produksi narkoba

            2.
Berkurangnya populasi pengguna nnarkoba di tanah air

            3.
Berkurangnya pihak pemerintah dan penegak hukum yang terlibat masalah narkoba

 

Langkah – langkah perbaikan situasi masalah :

            1. Melakukan
transparasi penegak hukum

            2.
Melakukan kegiatan kaian dan inestigas sesama pihak yang terkait

            3.
Mempertegas hukum yang berlaku agar bisa memberi efek jera bagi pengguna

            4.
Membangun sistem informasi terpadu terkait peta perederan , kajian , yang
berbasis

                laporan oleh masyarakat agar bisa
bekerjasama memberantas narkoba di tanah air

            5.
Orang tua yang harus bisa menjaga anaknya dan juga memberi pelaaran tentang

                narkoba agar anaknya dapat terhindar
menjadi pengguna

            6.
Melakukan seminar kepada seluruh warga di tanah air agar dapat terhindar dari

                penggunaan
narkoba dimasyarakat luas