Korea
Utara adalah sebuah negara di bagian Asia Timur yang menduduki belahan utara
Semenanjung Korea yang memiliki jumlah angkatan bersejata yang besar. Korea
Utara memiliki nama resmi yaitu Republik Rakyat Demokratik Korea, yang beribu
kota di Pyeongyang. Negara ini menganut paham ideology Juche yang berisikan dengan pengertian “percaya pada kemampuan diri
sendiri”. Ideologi Juche ini diusulkan oleh Kim Il Sung yang merupakan pemimpin
pertama negara ini. Korea utara dipandang sebagai negara yang menganut paham
Stalinis dengan kediktaktoran totaliter.

Pada
hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017 lalu presiden ke 45 Amerika Serikat Donald
Trump mengeluarka ultimatum kepada Korea Utara hanya beberapa jam setelah surat
kabar The Washington Post mencuplik dari sumber intelejen Amerika Serikat yang
mengklaim bahwa Korea Utara diyakini dapat membuat rudal dengan hulu ledak
nuklir. Presiden Donald Trump menuturkan bahwa Korea Utara seharusnya tidak
lagi memberikan ancaman kepada Amerika Serikat, jika Korea Utara atau
pemerintah di Pyongyang terus mengancam Amerika Serikat, ancaman ini akan
dihadapi dengan kekuatan penuh atau yang dapat diartikan sebagai ‘kekuatan
dahsyat’ yang sebelumnya belum pernah terjadi di manapun di dunia ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Jika
keadaan ini benar adanya, Korea Utara dapat membuat rudal dengan hulu ledak
nuklir, hal ini menandai bahwa keadaan ini adalah langkah penting Korea Utara
yang akan menjadi kekuatan nuklir dalam skala penuh. Keadaan ini juga
menandakan bahwa kapabilitas Korea Utara untuk melaksanakan serangan nuklir nya
ke Amerika Serikat dengan waktu lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan.

Pernyataan
yang di berikan oleh Presiden Amerika Serikat ke 45 Donald Trump ini memulai
perang kata – kata antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Perang kata – kata
ini menimbulkan perubahan yang sangat tajam di dalam retorika antara Amerika
Serikat dan Korea Utara.

Ultimatum
yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini di tanggapi oleh
pejabat militer Korea Utara yang ditulis di media pemerintahan Korea Utara
hanya beberapa jam setelah ultimatum ‘dengan kekuatan dahsyat yang sebelumnya
belum pernah terjadi di dunia’ jika Korea Utara tetap mengancam. Kantor Berita
resmi milik Korea Utara itu menyampaikan bahwa Korea Utara sedang memperhitungkan
untuk melakukan peluncuran roket – roket jarak sedang serta jarak jauh yang
ditujukan ke Guam. Guam adalah temat yang merupakan pangkalan pesawat – pesawat
peluncur bom strategis Amerika Serikat. (BBC, 2017)

Pada
awal mula permusuhan diantara Korea Utara dan Amerika Serikat dimulai sejak
berakhirnya perang Korea pada tahun 1953 yang ditandai dengan penanda tanganan
gencatan senjata. Hanya dalam tiga tahun, jutaan nyawa terenggut karena
bertempur di medan perang saat perang berdarah tersebut terjadi, Semenanjung
Korea pun tidak pernah kembali sama seperti dulu lagi, serta akibat dari Perang
Korea tersebut masih menyisakan luka yang sangat mendalam bagi rakyat serta
pemerintah Korea Utara.

Tanggal
27 Juli 1953 Korea Utara menanda tangani gencatan senjata sebagai symbol
berakhirnya Perang Korea bersama Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok.
Menurut Angkatan Udara Amerika Serikat, saat Perang Korea dimulai, Korea Utara
memiliki populasi penduduk sebanya 9,6 juta jiwa. Pada akhir perang korea yang
ditandai dengan penandatanganan gencatan senjata tersebut Angkatan Udara
Amerika Serikat mencatat bahwa Korea Utara telah kehilangan kurang lebih
sebanyak 1,3 juta jiwa masyarakat sipil serta militer yang menjadi korban atas
terjadinya perang Korea. (Berlinger, 2017)

Saat
terjadinya Perang Korea itu pada dasarnya Kim Il Sung sebagai pemimpin dari
pemerintahan komunis Korea Utara serta Sygman Rhee yang menjabat sebagai
presiden Republik Rakyat Korea  memiliki
keinginan yang sama, yaitu untuk menyatukan Korea. Tetapi karena perbedaan
system politik yang dianut oleh masing – masing pemimpin hal itupun menimbulkan
peperangan. Pada masa itu pemerintah Amerika Serikat menganggap semua komunis
dari negara ataupun bangsa manapun adalah anggota dari blok komunis karena
sedang terjadinya Perang Dingin yang dipimpin oleh Amerika Serikat dari blok
barat dan Uni Soviet yang merupakan pimpinan dari blok komunis.

Sekutu
utama Korea Selatan pada Perang Korea adalah Amerika Serikat, Kanada,
Australia, Britania Raya serta negara – negara lain yang mengirimkan bantuannya
di bawah bedera Perserikatan Bangsa – Bangsa, sedangkan sekutu utama Korea
Utara pada Perang Korea adalah Republik Rakyat Tiongkok yang berperan dalam
menyediakan kekuatan militer serta Uni Soviet yang memiliki peran sebagai
penyedia penasihat perang, pilot pesawat serta persenjataan yang digunakan oleh
pasukan tentara Korea Utara dan Republik Rakyat Tiongkok.

Menurut
sejarawan Charles Armstrong pada saat Perang Korea terjadi, pasukan militer
Amerika Serikat melakukan serangan udara secara besar – besaran. Pesawat
Amerika Serikat menjatuhkan kurang lebih 635 ribu ton bahan peledak di Korea
Utara serta 32 ribu ton napalm. Penjatuhan bahan peledak ini lebih besar
daripada tiga tahun bom yang dijatuhkan di seluruh area pasifik pada perang
dunia ke 2. Sehingga serangan udara yang dilakukan oleh pasukan militer Amerika
Serikat ini membuat warga Korea Utara menganggap Amerika Serikat adalah musuh
yang tidak memiliki wajah yang membumi hanguskan negara mereka, mereka juga
mengganggap bahwa serangan udara ini juga dapat sewaktu – waktu Amerika Serikat
lakukan lagi. Hal inilah yang dianggap sebagai dosa awal Amerika Serikat kepada
Korea Utara. (Berlinger, 2017)

Pada
penendatanganan gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Republik
Rakyat Tiongkok serta Korea Utara yang dilakukan pada tanggal 27 Juli 1953
tersebut Korea Selatan tidak ikut serta menandatangani gencatan senjata tersebut,
karena Presiden Korea Selatan saat itu Syngman Rhee menolak untuk
menandatanganinya, tetapi berjanji untuk tetap menghormati hasil dari
kesepakatan gencatan senjata tersebut, sehingga secara resmi sebenarnya Perang
Korea ini belum selesai sampai dengan saat ini. (Wikipedia : Perang Korea, 2017)