Penggunaan kontrasepsi dalam rahim memiliki jangka waktu tertentu sesuai jenis alat yang digunakan. Secara umum terdapat 2 jenis alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR, awam menyebut KB spiral), yaitu AKDR berlapis tembaga (jangka waktu penggunaan sampai 10 tahun) dan AKDR mengandung hormon (jangka waktu penggunaan sampai 5 tahun).Lama penggunaan AKDR seharusnya tepat sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh pabrik pembuat, yang biasanya akan dikomunikasikan oleh Dokter/Bidan kepada Anda ketika melakukan pemasangan. Bila sudah melewati masa penggunaan, AKDR harus diganti dengan yang baru karena dapat memberikan efek samping bagi organ reproduksi Anda (infeksi rahim, penyakit radang panggul, keputihan, perdarahan vagina) dan menurunkan potensi proteksi AKDR dalam mencegah kehamilan.Rentang siklus menstruasi yang normal adalah 21 sampai 35 hari. Periode menstruasi dimulai sejak hari pertama haid terakhir. Sebagai contoh agar Anda dapat memahami rentang periode mensruasi, misal hari pertama haid terakhir (HPHT) bulan Desember 2017 adalah tanggal 1, maka bila siklus menstruasi Anda normal, hari pertama haid yang selanjutnya berkisar pada tanggal 21 Januari 2018 (21 hari) atau 5 Februari 2018 (35 hari). Jadi tidak setiap bulan, HPHT jatuh di tanggal yang sama.Maka keterlambatan masa haid bulan ini, perlu Anda hitung kembali apakah benar telah terlambat 2 minggu dari rentang siklus menstruasi yang normal.Untuk langkah awal memastikan kehamilan, Anda boleh melakukan tes pack. Gunakan air seni di pagi hari dan lakukan langkah tes sesuai aturan pemakaian yang tertulis dalam kemasan.Namun bila hasil test pack Anda negatif, ada beberapa hal yang dapat menggangu periode siklus menstruasi seperti :Gangguan makan yang berhubungan dengan masalah psikologis, atau penurunan berat badan drastis yang terjadi dalam waktu singkat.Bila menyusui bayi secara eksklusif dapat terjadi kondisi amenorea laktasi.Gangguan kelenjar tiroid dan kelainan yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormonal. Masalah pada rahim, saluran telur dan indung telur misalnya kehamilan di luar kandungan (Kehamilan Ektopik/KET)Penyakit berat dan atau yang terjadi dalam waktu lama tanpa penanganan yang sesuai sehingga menyebabkan perubahan metabolisme dan kadar hormon dalam tubuh seperti TBC dengan derajat yang berat, stroke, dan penyakit berat yang tidak ditangani dengan baik. Tumor ganas/kanker pada organ reproduksi.Menopause dini.Depresi berat.Melakukan olahraga berat dalam waktu yang singkat, dimana seseorang tersebut bukan atlit profesional. Untuk menentukan secara pasti penyebab haid yang terlambat, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Dokter akan melakukan tanya jawab medis yang detail, pemeriksaan fisik yang menyeluruh terutama pemeriksaan kondisi organ reproduksi. Dokter akan melakukan USG perut untuk melihat kondisi rahim Anda. Bila diperlukan, misal dicurigai adanya kondisi medis yang lebih serius, Dokter akan merujuk Anda untuk melakukan pemeriksaan penunjang tambahan analisa air seni, dan pemeriksaan darah.Sementara itu tetap jaga kebersihan daerah kewanitaan Anda, basuhlah secara rutin organ kewanitaan dengan menggunakan air mengalir dan sabun yang lembut. Hindari terlalu sering menggunakan sabun untuk membersihkan vagina karena akan menimbulkan iritasi pada vagina, cukup 2x dalam sehari.Selalu jaga area selangkangan tetap kering. Menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan lembut. Gantilah pakaian dalam secara teratur untuk menjaga agar daerah selangkangan tetap kering. Hal ini untuk menghindarikan diri Anda dari infeksi organ reproduksi.Selain itu selalu jaga stamina tubuh Anda dengan melaksanakan Pola Hidup Sehat secara disiplin. Pilih makan makanan Bergizi Seimbang, berolahraga rutin, beristirahat cukup di malam hari (minimal 7 jam), konsumsi air minum dalam jumlah yang cukup dan mengelola stress dengan bijaksana